Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dengan Metode Prosentase Penyelesaian

Konten [Tampil]

Contoh soal akuntansi akad istishna dengan metode prosentase penyelesaian merupakan pedoman utama bagi entitas agar dapat mensejahterakan para pemilik lembaga keuangan syariah. Setiap akad bisnis syariah harus dapat memperkuat modal yang dimiliki oleh pemberi pinjaman agar nasabah dapat melunasi tagihannya.

Pertanyaan diskusi tentang akuntansi istishna dengan metode akad selesai dan prosentasi penyelesaian berdampak pada pembuatan laporan laba rugi. Apa kendala dan tantangan penerapan psak 104 akuntansi istishna pada bank syariah harus dapat melaporkan segala aspek pemungutan pajak pada waktu yang telah diselenggarakannya.

Nilai yang disepakati antara penjual dan pembeli pada akad istisha disebut perjanjian kerjasama. Apa yang menyebabkan pembiayaan istishna menjadi salah satu akad yang rendah penggunaannya adalah risiko nasabah membatalkan akad bisnis sementara bank syariah telah meminta developer menyelesaikan pekerjaannya.

Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dengan Metode Prosentase Penyelesaian

Apa yang Dimaksud Akad Istishna?

Contoh soal akuntansi akad istishna dengan metode prosentase penyelesaian dan akad selesai membawa dampak bagi arus kas bank syariah. Pembayaran istishna dapat dilakukan pada akhir atau disesuaikan dengan pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai arah dan perbaikan sesuai keinginan dari nasabahnya.

Apa yang dimaksud akad istishna adalah kerjasama bisnis dimana para nasabah akan menyelenggarakan kegiatan kerjasama pembangunan sebuah rumah, gedung ataupun perkantoran dimana bank syariah akan membiayainya terlebih dahulu sementara nasabah dapat membayarkan secara cicilan sesuai jenis pekerjaannya.

Contoh akad istishna dalam kehidupan sehari-hari dapat terjadi disegala aspek perekonomian. Untuk keperluan apa transaksi istishna sangat cocok untuk digunakan pada perusahaan manufaktur, perakitan mesin dan teknologi tertentu beserta software. Syarat dan rukun jual beli istishna harus dipenuhi sebelum penandatangan kerjasama.

Baca Juga: Tabel Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna Paralel di Bank Syariah Indonesia

Contoh soal akuntansi akad istishna paralel di bank syariah indonesia akan terjadi saat kontrak kerjasama telah disepakati. Persetujuan kredit atau pembayaran secara cicilan berakibat pada tertundanya arus kas yang didapatkan bank syariah sampai akhir periode penyerahan barang yang dipesannya.

Pertanyaan diskusi tentang akuntansi istishna melibatkan berbagai pihak. Permasalahan istishna paralel harus diselesaikan sebelum penyerahan barang nasabah. Nasabah yang tidak mampu membayarkan barang mengakibatkan adanya prosedur pengalihan tanggungjawab kepada ahli waris yang mampu berbisnis.

Ilustrasi akad istishna paralel dalam transaksi keuangan syariah dapat memakai metode prosentase penyelesaian dan akad selesai. Kegiatan transfer dana antar nasabah harus diawasi oleh bank indonesia dalam rangka memastikan bahwa aset yang dimilikinya digunakan secara maksimal agar potensi return bertambah.

PT Masraffi telah bekerjasama dengan bank syariah untuk pembiayaan pembuatan kos senilai Rp 570.000.000. Biaya pembuatan kos yang disetujui oleh developer adalah Rp 440.000.000. Adapun biaya praakad yang ditanggung bank syariah sebesar Rp 1.000.000. Transaksi istishna paralel menghasilkan informasi sebagai berikut

Tahun20222023
Kontraktor menagih kepada bank syariahRp. 66 JutaRp. 374 Juta
Bank syariah membayar kepada kontraktorRp. 63 JutaRp. 377 Juta
Bank syariah menagih pembayaran kepada nasabahRp. 99 JutaRp. 471 Juta
PT. Masraffi membayarkan tagihanRp. 89 JutaRp. 481 Juta
Kontraktor menyerahkan asetRp. 440 Juta
Bank syariah menyerahkan aset nasabahRp. 570 Juta

Baca Juga: Perbedaan Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah

Contoh Transaksi Istishna dan Jurnal Pencatatannya

Contoh transaksi istishna dan jurnal pencatatannya merupakan pedoman awal bagi perusahaan dalam rangka menetapkan program kerjasama dengan nasabah. Setiap nasabah memiliki kualitas pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan berbisnis. Keseimbangan proses pembayaran berakibat pada lancarnya pembangunan.

Adapun jurnal pencatatan akuntansi akad istishna adalah

TanggalKeteranganDebitKredit
1Biaya praakad tangguhanRp. 1 Juta
Kas kecilRp. 1 Juta
(mencatat biaya praakad)
2Akad istishna dalam penyelesaianRp. 1 Juta
Biaya praakad tangguhanRp. 1 Juta
(Mengakui biaya praakad)
3Akad istishna dalam penyelesaianRp. 66 Juta
Utang istihna - KontraktorRp. 66 Juta
(mencatat invoice kontraktor)
4Utang istihna - KontraktorRp. 63 Juta
Kas kecilRp. 63 Juta
(membayarkan tagihan)
5Piutang istishna - PT MasraffiRp. 99 Juta
Termin istishnaRp. 99 Juta
(Mencatat tagihan kepada pelanggan)
6Kas KecilRp. 89 Juta
Piutang istishna - PT MasraffiRp. 89 Juta
7HPP IstishnaRp. 67 Juta
Akad istishna dalam penyelesaianRp. 19 Juta
Pendapatan istishnaRp. 86 Juta
(Mencatat pengakuan pendapatan)

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Komprehensif Akad Istishna

Laporan laba rugi komprehensif dalam akad istishna merupakan tindakan seseorang untuk mencegah terjadinya kegagalan pembayaran yang dilakukan nasabah. Mengapa akad istishna dalam perbankan syariah masih sangat minim digunakan sebab mengindikasikan resiko keuangan yang sangatlah tinggi.

Contoh soal akauntansi akad istishna dengan metode prosentase penyelesaikan akan menghasilkan laba kotor senilai Rp 19.000.000 ( Rp 86.000.000 - Rp 67.000.000). Laba kotor adalah segala sesuatu yang didapatkan perusahaan dan dikorbankan sebelum terjadi pengurangan biaya administrasinya.

Baca Juga: Cara Menghitung Saldo Rata-Rata Harian Bank Syariah

Demikian contoh soal akuntansi akad istishna dengan metode prosentase penyelesaian dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi yang bagaimanakah kontrak istishna dapat berakhir adalah kondisi yang melibatkan kegagalan proses pembayaran dan tertundanya penandatanganan proses kerjasama bisnis.

0 Response to "Contoh Soal Akuntansi Akad Istishna dengan Metode Prosentase Penyelesaian"

Post a Comment

Saya mengundang Anda untuk Berdiskusi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel