Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntan Terbaru

Konten [Tampil]

Kasus pelanggaran etika profesi akuntansi terbaru berkaitan dengan kode etik yang diterapkan auditor ketika mengaudit laporan keuangan. Seorang akuntan publik hanya diperkenankan memberikan jasa audit selama 5 tahun buku berturut-turut untuk menghindari masalah independensi.

Kasus pelanggaran kode etik akuntan publik dapat menimbulkan masalah tuntutan hukum yang akan dihadapi auditor. Tuntutan hukum yang dihadapi akuntan publik dapat terjadi karena business failure dan audit risk.

Kasus kecurangan audit di indonesia dapat terjadi ketika akuntan publik tidak menerapkan standar audit yang berlaku umum menurut gaas. Independensi auditor menjadi tolak ukur untuk menerima dan menolak klien. Prosedur audit yang dilengkapi dengan kertas kerja akan membantu meningkatan standar audit.

Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntan Terbaru


Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi Terbaru

Kasus pelanggaran etika profesi akuntansi terbaru dapat terjadi ketika pemberian hadiah yang mengakibatkan independensi dan karakter personal auditor semakin berkurang. KAP yang besar akan memberikan kualitas audit yang lebih besar dibandingkan dengan KAP yang kecil.

Kasus pelanggaran etika profesi akuntan publik terjadi terhadap pengalaman audit yang dilakukan. Auditor yang berpengalaman akan mampu mendeteksi kesalahan-kesalahan dengan telaah analitik dan meningkatkan independensinya.

Pelanggaran kode etik akuntan dimana seorang auditor akan mendapatkan pengalaman mengaudit yang tinggi yang dapat meningkatkan rasa skeptisme profesionalnya. Fee audit yang diterima akan menyebabkan berkurangnya independensi yang dihadapinya.

Baca Juga: Contoh Soal Ppn Masukan dan Keluaran dan Jurnal

Kasus Pelanggaran Auditor di Indonesia

Kasus pelanggaran auditor di indonesia terjadi ketika akuntan publik lalai dalam menjalankan tugasnya hingga menyebabkan terjadinya kecurangan atau fraud. Audit risk adalah risiko yang dihadapi akuntan publik yang salah memberikan opini wajar tanpa pengecualian kepada perusahaan yang memiliki laporan keuangan salah saji material.

Kasus pelanggaran auditor di indonesia dapat menyebabkan tunturan hukum yang berasal dari klien, PPPK kementrian keuangan, Bank indonesia, Investor bahkan pengguna laporan keuangan. Sanksi bagi auditor yang melanggar kode etik profesi akuntan publik seperti adanya pencabutan izin praktik akuntan publik.

Kasus audit terbaru di Indonesia akan diberikan peringatan tertulis dan larangan pemberian jasa audit terhadap laporan keuangan dimana perusahaan sudah terdaftar di bursa efek indonesia. UU No 5 tahun 2011 tentang akuntan publik akan memberikan batasan dimanakan tanggungjawan auditor.

Baca Juga: Tujuan Audit Laporan Keuangan Perusahaan

Kasus Pelanggaran Kode Etik Akuntan Publik di Indonesia

Kasus pelanggaran kode etik akuntan publik di indonesia berkaitan dengan terjadinya audit failure dan audit risk. Audit failure terjadi ketika akuntan publik memberikan opini yang tidak sesuai dengan standar audit yang berlaku umum menurut iapi dan gaas.

Kasus pelanggaran kode etika profesi akuntan publik sebaiknya dihindari agar meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam membaca laporan keuangan. Business failure terjadi ketika perusahaan sudah tidak mampu melunasi segala kewajiban kepada pihak ketiga hingga menyebabkan likuidasi.

Contoh kasus kecurangan akuntansi di indonesia biasanya berupa manipulasi laporan keuangan. Adapun sanksi yang diberikan kepada auditor yang melanggar kode etik sebagai berikut.

  1. Melaksanakan tangungjawab tertentu
  2. Peringatan tertulis.
  3. Pembatasan pemberian jasa audit.
  4. Pembekuan izin praktik
  5. Pencabutan izin praktik akuntan publik
  6. Denda.

Baca Juga: 10 Standar Audit Yang Berlaku Umum Menurut GAAS

Demikian kasus pelanggaran etika profesi akuntansi terbaru semoga akuntan publik dapat mematuhi standar audit yang berlaku guna menghindari adanya kecurangan dilain hari.

0 Response to "Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntan Terbaru"

Post a Comment

Saya mengundang Anda untuk Berdiskusi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel